JAKARTA – Sebagian warga Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, menilai relokasi ke Rusun Rawa Bebek hanyalah sebuah "jebakan Batman".
Salah satu warga Kampung Duri, Leman menyatakan, pemindahan tempat tinggal tersebut hanya akal-akalan pemerintah setempat untuk menyingkirkan rakyat kecil secara halus.
"Jadi begini, hanya tiga bulan gratis, selanjutnya kita harus bayar per bulannya dengan total Rp650 ribu hingga Rp700 ribu. Jika tidak mampu (bayar), ya keluar," katanya di Kampung Bukit Duri kepada Okezone, Senin (22/8/2016).
(Baca Juga : Digusur, Warga Bukit Duri Kesal Pernah Tak Diajak Dialog oleh Pemerintah)
Sebagian warga menilai, relokasi ke rusun tersebut tidak diiringi dengan adanya tempat usaha yang bisa mereka gunakan untuk mendapatkan penghasilan guna membayar uang sewa rusun. Karena hal itu, tidak sedikit warga Bukit Duri yang berpikir ulang untuk menerima kunci rusun Rawa Bebek tersebut.
"Pemerintah juga tidak menyediakan lahan untuk cari makan. Lalu bagaimana untuk menutupi biaya rusun, makan, dan sekolah anak-anak. Ini sama saja kan jebakan Batman, jadi benar mau berantas kemiskinan itu sama orang-orangnya," tuturnya.
Meski setiap warga mampu membayar rusun tersebut setiap bulan, rusun tersebut nantinya juga harus mereka ditinggalkan. Pasalnya, mereka hanya diperbolehkan tinggal di sana selama enam tahun.
"Kalau kita rajin bayar juga, ujung-ujungnya kudu keluar juga soalnya hanya enam tahun setelah itu harus out (keluar)," tutupnya.
(Susi Fatimah)