Menanti Kepulangan Sandera Abu Sayyaf dan Janji sang Istri

Zulfikarnain, Jurnalis
Rabu 24 Agustus 2016 11:12 WIB
Foto: Zulfikarnain/Okezone
Share :

MAKASSAR – Siang itu, Sridewi tampak sibuk meladeni para jurnalis. Sesekali bibir tipisnya menukik senyum, padahal ibu satu anak ini dalam kondisi tak keruan. Dia menanti kepulangan sang suami, Sofyan, ABK Tugboat Charles yang berhasil kabur dari sekapan kelompok bersenjata Abu Sayyaf.

Sofyan disandera beberapa bulan lalu saat dalam perjalanan laut dari Samarinda ke Filipina. Sofyan disandera bersama enam warga negara Indonesia (WNI) lainnya. Kelompok bersenjata itu menagih tebusan ke Pemerintah Indonesia, jika tidak diindahkan, kepala sandera akan dipenggal.

Dua bulan lamanya Sridewi berada dalam bayang-bayang kehilangan suami tercinta. Saat bayangan buruk terus menghantui, datang pesan bahwa Sofyan telah bebas dari kelompok Abu Sayyaf. Sofyan melarikan diri bersama seorang rekannya.

Sridewi pertama kali mendapat gembira itu dari salah satu media elektronik. Tak lama berselang, ia dihubungi orang yang mengaku dari Kementerian Luar Negeri. Malam harinya, Sridewi bergegas ke Makassar.

“Alhamdulillah sudah senang sedikit. Dua bulan baru mendengar kabar suami akhirnya dibebas," ujar Sridewi dengan suara lepas.

Bayangan Sridewi, di Makassar nanti, ia akan berjumlah dengan Sofyan. Tapi nyatanya, pihak Kemlu dan PT Rusianto Bersaudara yang menjadi tempat Sofyan bekerja menyatakan pertemuan di Makassar hanya untuk silaturahmi.

Rasa ingin bertemu Sridewi dengan sang pemimpin rumah tangganya masih belum bisa terbayarkan. "Sampai saat ini belum dapat informasi kapan suami datang. Hari ini cuma silaturahmi dengan Kemlu dan perusahaan," keluhnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya