HANGZHOU – Dalam pertemuan di KTT G-20, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May memastikan hubungan kedua negara tidak akan terpatahkan hanya karena Brexit. Bahkan, Obama bersumpah kemitraan AS dan Inggris yang istimewa ini akan terjalin semakin kuat seiring dengan berjalannya waktu.
“Bahkan saat Inggris dalam proses untuk keluar dari Uni Eropa (UE), bersama kami menegaskan tetap akan menjaga hubungan spesial antara Amerika Serikat dan Inggris. Pasti tidak akan mudah (awalnya), tetapi kerjasama ekonomi negara kami akan berlanjut. Sementara Inggris mengupayakan kejelasan lebih lanjut mengenai hubungan barunya dengan UE,” kata Obama dalam konferensi pers bersama May di Hangzhou, China. Demikian dikutip dari ITV, Minggu (4/9/2016).
Senada dengan Obama, perempuan yang dibanding-bandingkan dengan Margaret Thatcher itu juga menyebut AS sebagai mitra spesial untuk Inggris. May juga meyakinkan, AS adalah sekutu terlama sekaligus teman dekat Inggris.
(Baca juga: AS Ikut Deg-degan Tunggu Hasil Referendum Brexit)
“(Sebaliknya,) Inggris juga selalu menjadi mitra terkuat bagi AS dan kondisinya akan tetap sama (pasca-Brexit),” tegasnya.
Seperti diketahui, pada Juni lalu masyarakat Britania Raya dilibatkan dalam suatu referendum untuk memilih keluar atau tetap bergabung dalam Uni Eropa. Hasil perhitungan suara menunjukkan sebagian besar memutuskan keluar.
Setelah itu, saham-saham Inggris seketika anjlok. Banyak masyarakat protes, khususnya di Skotlandia hingga saat ini masih menuntut diadakannya referendum ulang. Apalagi muncul pernyataan di sejumlah media massa bahw beberapa dari mereka yakin Inggris akan tetap bertahan di UE sehingga memilih asal.
Buntut dari Brexit ialah mundurnya PM David Cameron dari jabatannya. Downing Street 10 lantas mendapat pemilik baru, Theresa May.
(Silviana Dharma)