Seperti diketahui, pada Juni lalu masyarakat Britania Raya dilibatkan dalam suatu referendum untuk memilih keluar atau tetap bergabung dalam Uni Eropa. Hasil perhitungan suara menunjukkan sebagian besar memutuskan keluar.
Setelah itu, saham-saham Inggris seketika anjlok. Banyak masyarakat protes, khususnya di Skotlandia hingga saat ini masih menuntut diadakannya referendum ulang. Apalagi muncul pernyataan di sejumlah media massa bahw beberapa dari mereka yakin Inggris akan tetap bertahan di UE sehingga memilih asal.
Buntut dari Brexit ialah mundurnya PM David Cameron dari jabatannya. Downing Street 10 lantas mendapat pemilik baru, Theresa May.
(Silviana Dharma)