Obama Desak China Patuhi Putusan Laut China Selatan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Senin 05 September 2016 09:11 WIB
Presiden Amerika Serikat Barack Obama bersalaman dengan Presiden China Xi Jinping (Foto: Greg Baker/AFP)
Share :

HANGZHOU – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mendesak China untuk menghormati pengadilan internasional terkait sengketa wilayah Laut China Selatan (LCS). Pria kelahiran Hawaii itu menyatakan Negeri Paman Sam berkomitmen penuh untuk keamanan sekutu-sekutunya di Asia yang terlibat sengketa wilayah LCS.

Pernyataan Obama itu disampaikan usai dirinya melakukan pertemuan mendadak dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT G-20 di Hangzhou. Sementara itu, Xi Jinping meminta agar AS memiliki peran konstruktif dalam sengketa wilayah tersebut.

Obama menekankan pentingnya China, sebagai salah satu penandatangan Konvensi Hukum Laut Internasional PBB (UNCLOS), untuk mematuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian tersebut yang dipandang penting bagi AS untuk mempertahankan tatanan hukum internasional.

“Presiden juga menggarisbawahi komitmen teguh AS untuk keamanan sekutu-sekutu mereka sesuai perjanjian, serta mencatat bahwa kekuatan hubungan-hubungan sekutu telah berkontribusi terhadap keamanan dan stabiltas kawasan Asia Pasifik,” bunyi pernyataan Gedung Putih, sebagaimana dikutip Straits Times, Senin (5/9/2016).

Dalam pertemuan antara Xi Jinping dengan Barack Obama, pemimpin Partai Komunis China (PKC) itu menekankan bahwa Negeri Tirai Bambu akan terus menjaga kedaulatan serta hak maritim mereka di Laut China Selatan. Xi juga meminta AS memiliki peran konstruktif untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan di saat China berusaha menyelesaikan sengketa lewat jalur diplomasi.

China mengklaim sebagian besar wilayah Laut China Selatan berdasarkan sembilan garis putus-putus (nine dashed lines). Klaim tersebut dimentahkan Mahkamah Arbitrase Internasional (PCA) di Den Haag, Belanda pada 12 Juli 2016. Namun, Beijing berkali-kali menolak putusan PCA seraya mengatakan putusan itu tidak mengikat secara hukum.

Klaim China di LCS tumpang tindih dengan sejumlah negara, yakni Taiwan, Thailand, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Vietnam. China juga berkali-kali memprotes kehadiran militer AS di LCS. Sementara AS berkilah kehadirannya di LCS adalah untuk membuktikan janji China akan kebebasan navigasi serta penerbangan di Laut China Selatan.

(Wikanto Arungbudoyo)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya