LONDON - Mantan Perdana Menteri Inggris, David Cameron kembali mengundurkan diri. Kali ini dia mundur dari kursi parlemen di Dewan Perwakilan Rakyat (House of Commons) pada Senin 12 September. Dengan demikian, pemimpin Partai Konservatif Britania Raya pada 2005-2016 itu resmi mengucapkan salam perpisahan kepada dunia politik yang telah membesarkan namanya.
Diwartakan Times, Selasa (13/9/2016), setelah melepas jabatan sebagai kepala pemerintahan, Cameron menjabat sebagai anggota Pantai Konservatif di parlemen mewakili Kota Witney di Oxfordshire. Pria kelahiran 9 Oktober 1966 tersebut telah berkarier di dunia politik sejak 2001.
Keputusan Cameron untuk keluar dari dunia politik, disinyalir sejalan dengan pernyataan sebelumnya bahwa dia tidak akan bergabung dengan kabinet baru bentukan PM Theresa May. Dia menyebut akan menjadi pembangkang ulung karena perbedaan pandangan terkait status Inggris di Uni Eropa.
Suami Samantha Sheffield itu memutuskan angkat kaki dari Downing Street 10 pada 24 Juni pagi waktu London. Keputusan itu diambilnya setelah gagal meyakinkan publik untuk tetap memilih berada di bawah naungan Uni Eropa. Namun, referendum demokratis menghasilkan sebaliknya. Kubu Brexit menang dan Theresa May kemudian dipilih jadi suksesornya pada Juli.
Belum diketahui apa yang akan dia lakukan setelah ini. Akan tetapi, sudah dapat dipastikan kepergiannya ini akan meninggalkan kekosongan kekuasaan dalam partai dan menjadi ujian tersendiri bagi pemerintah dan oposisi.
(Silviana Dharma)