Ikan Pesut Penuh Luka Terdampar di Pantai Pulau Datok

Ade Putra, Jurnalis
Kamis 15 September 2016 12:11 WIB
Sejumlah warga saat melihat dan mendokumentasikan pesut yang terdampar di Pantai Datok. Foto Ade Putra/Okezone
Share :

KAYONG UTARA – Seekor lumba-lumba air tawar atau pesut ditemukan terdampar di Pantai Pulau Datok, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, kemarin pagi.

Dedi Haryanto, warga pesisir pantai yang menemukan pesut itu menceritakan, awalnya ia mengira dari kejauhan adalah balok atau potongan kayu. Karena curiga, ia mencoba untuk memastikan lebih dekat. "Saya kira balok kayu, ternyata lumba-lumba," katanya, Kamis (15/9/2016) siang.

Dedi menjelaskan, pada saat ditemukan pesut masih hidup. Namun tak berdaya karena luka di bagian kepalanya cukup parah. Kurang lebih setengah jam setelah ditarik ke dataran pantai, kemudian pesut itu mati.

"Melihat kondisinya sudah mati, saya pun bersama warga lainnya sepakat untuk menguburnya. Saat dikuburkan, disaksikan oleh pihak kepolisian setempat," katanya.

Ia menuturkan bahwa luka pada pesut yang diperkirakan memiliki berat 50 kilogram ini diduga akibat tersayat pukat nelayan.

Kepala Resort Sukadana dan Cagar Alam Kepulauan Karimata, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat Urai Iskandar mengatakan, pesut memang pernah terlihat dan terdeteksi di perairan Kayong Utara, tepatnya di Kepulauan Karimata.

"Lumba-lumba ini jenis hewan yang dilindungi. Jika memang ada pihak yang sengaja melukai atau menangkapnya akan dikenakan tindak pidana sesuai dengan undang-undang yang berlaku," tegasnya.

Untuk mengetahui hal itu, perlu dilakukan identifikasi dan pengkajian. "Jika memang sangat diperlukan, tidak menutup kemugkinan lumba-lumba ini dibongkar dari kuburannya," kata Uray.

Namun tentunya, sambung Uray, harus memalui koordinasi dengan pihak terkait, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Seperti yang kita ketahui bahwa lumba-lumba yang terdapat di dunia memiliki 40 jenis. Namun untuk di Indonesia sendiri hanya terdapat 16 jenis. Dan itu yang perlu diidentifikasi," tutupnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya