Dari aspek antrean giliran berangkat haji, Malaysia juga lebih lama ketimbang Indonesia. Daftar tunggu di Malaysia bisa mencapai 70-80 tahun.
Sementara itu, terkait layanan terhadap para jamaah haji, Malaysia mengajak Indonesia dan negara-negara lain yang serumpun untuk merumuskan rekomendasi bersama yang kemudian akan disampaikan ke pihak Pemerintah Arab Saudi. Harapannya layanan kepada para jamaah haji, khususnya di fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina akan semakin baik tiap tahunnya. Musababnya, tahun depan kuota jamaah haji kemungkinan besar akan kembali normal seiring selesainya renovasi Masjidil Haram. Fase Armina sendiri selalu menjadi titik krusial dalam rangkaian puncak ibadah haji.
“Sudah tiba masanya untuk kita negara-negara serantau adakan perbincangan secara lebih terurus, untuk disampaikan ke muassasah dan Kementerian Haji (Arab Saudi) supaya mereka berikan perhatian dalam hal kita berikan khidmat ke jamaah haji terutama di masyair. Jadi, banyak khidmat yang disampaikan muassasah yang boleh diperbaiki lagi, kalau ada suara bersatu agar muassasah berikan apa yang kita ingin, untuk berikan kemudahan para jamaah haji kita, akan lebih baik. Pihak muassasah dan kementerian haji serius, saya rasa mereka juga akan dengar usulan dari pihak kita,” terangnya.
Secara lisan, Syed Saleh lantas menyampaikan undangan kepada Indonesia untuk datang dalam acara mudzakarah haji pada 24-26 November 2016.
“Tiap tahun kita mudzakarah, ada perwakilan Indonesia. Kita harap mudzakarah pada 24-26 November, jadi secara permulaan secara lisan dan disusul surat, untuk mudzakarah kali ini,” tuturnya. (erh)
(Salman Mardira)