JOMBANG - Carut marut pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim), hingga kini tak kunjung terkendali. Antrean mengular sejak dinihari di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Jombang, tampaknya menjadi pemandangan yang biasa selama dua bulan ini.
Tidak sedikit warga yang harus rela meninggalkan pekerjaan maupun kegiatan sehari-harinya hanya untuk bisa mendapatkan kartu identitas kependudukan itu. Tak terkecuali bagi para siswa. Mereka terpaksa meninggalkan pelajaran di sekolah agar bisa mendapatkan nomor antrean mengurus e-KTP. Kendati sudah seizin pihak sekolah.
"Mau mengurus e-KTP. Sudah sejam datang, tapi belum juga dilayani. Padahal waktu kami terbatas," ungkap Fitria, (17) salah seorang pelajar SMA di Kabupaten Jombang, Jumat (23/9/2016).
Siswi yang kini duduk dibangku kelas XII ini mengaku kecewa dengan buruknya pelayanan pengurusan e-KTP di Kabupaten Jombang. Sebab, ini merupakan kali kedua dirinya harus izin dan tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolahnya hanya untuk mendapatkan e-KTP.
"Tadi saya sudah izin, tapi tidak bisa lama. Katanya pihak sekolah disuruh agak cepat, hanya diberi waktu satu jam. Makanya saya minta orang tua saya untuk mengantrekan, tapi tetap saja tidak bisa masuk, karena banyak sekali yang mengantre," imbuh Fitria menggerutu.
Hal senada juga dilontarkan Mufida, (17), pelajar lain di Kabupaten Jombang. Ia mengaku terpaksa membolos dan pergi ke Dispendukcapil untuk membuat e-KTP. Hal itu sepertinya harus dilakukan mengingat banyaknya antrean yang mencapai ribuan orang setiap harinya.
"Antre sejak pukul 04.00 WIB tadi, makanya terpaksa tidak masuk sekolah hari ini. Soalnya kalau tidak seperti ini, jelas tidak dapat nomor antrean hari ini. karena yang mengantre sangat banyak," sambung siswi yang kini juga tengah duduk di kelas XII SMK ini.
Baik Mufida maupun Fitria berharap, ada perbaikan yang dilakukan Pemkab Jombang terhadap buruknya pelayanan e-KTP ini. Sebab, beberapa terobosan yang disampaikan beberapa petinggi pemerintah daerah beberapa waktu belum mampu mengurangi panjangnya antrean di kantor Dispendukcapil Jombang.
"Harapan kami ada waktu khusus yang disediakan bagi para pelajar. Sehingga, siswa tidak perlu lagi memnita izin untuk meninggalkan pelajaran atau membolos sekolah untuk membuat e-KTP," terangnya.
(Fransiskus Dasa Saputra)