Ujian Kesetiaan Cinta di Tanah Suci

Mohammad Saifulloh, Jurnalis
Senin 26 September 2016 07:25 WIB
Sejumlah jamaah haji Indonesia saat berada di Jamarat, Mina. Foto Mohammad Saifulloh/Okezone
Share :

Setelah bergelut dengan pasir, usaha membawa sang istri ke hamparan karpet merah yang disediakan pemerintah terlaksana sudah.

Malam itu, mereka tidur beratapkan langit. Rasa lelah membuat Ihsan begitu nyenyak, hingga hampir saja dia dan istrinya ketinggalan bus bergerak menuju Mina. “Pas bangun orang-orang sebelah saya sudah pergi, saya langsung angkat istri ke kursi roda, saking buru-burunya istri sampai jatuh, tapi alhamdulillah tidak apa-apa,” tuturnya.

Di Mina, Ihsan yang belum hilang capeknya langsung terlelap begitu mendapat tempat di tenda. Dia pun tak sadar menaruh istrinya di tenda yang salah sehingga kemudian didorong ke lorong-lorong jalan. “Sampai Subuh saya di luar, baru ditolong teman dan dibawa ke tenda,” ujar Muniroh.

Armina memang penuh perjuangan bagi jamaah berusia senja. Melihat kondisi istrinya tak membaik, Ihsan memutuskan mewakili istrinya melempar jumrah. Pria penyabar ini rela berpeluh penat asalkan ibadah istrinya paripurna. Walhasil, ia harus bolak-balik melempar jumrah aqobah, ula dan wustha lantaran mengambil nafar tsani. Sementara sang istri setia menunggu di tenda.

“Nah, pas tawaf ifadhah saya sempat minder melihat puluhan ribu manusia, apa bisa? Mau bayar tukang dorong 400 riyal uang darimana? Tapi kemudian teman jamaah menunjukkan seorang wanita mendorong kursi roda dan buktinya bisa. Akhirnya saya bertekad dan alhamdulillah selesai,” kisahnya.

Perjuangan Ihsan dan Muniroh belum selesai. Usai ritual tahalul, kondisi kaki Muniroh semakin parah. Darah kian mengalir deras dari kakinya. Lagi-lagi kepedulian jamaah lain meringankan bebannya.

“Sampean tak perlu khawatir kami antar sampai klinik, pokoknya tenang saja,” ujar Muniroh menirukan lelaki yang membantu dia dan suaminya.

Kini, hanya kalimat syukur tak henti-hentinya diucapkan keduanya karena berhasil melakoni ritual haji yang sudah menjadi impiannya sejak belasan tahun silam. “Nggih, alhamdulillah, saget haji (Ya, alhamdulillah sudah berhaji),” ujar Ihsan dengan raut wajah sumringah.

Cerita Ihsan dan Muniroh mungkin hanya sekelumit kisah berhikmah tentang makna kesetiaan berumah tangga. Tanah Suci menjadi ladang ujian bagi para pasangan suami istri apakah memiliki tujuan sama, yakni mencari ridho Allah SWT.

Tak jarang terlihat di beberapa titik tempat tawaf, sai, jamarat serta tempat rangkaian ibadah haji lainnya, para pasangan berkain ihram bergandengan tangan sepanjang jalan, saling menguatkan satu sama lain dalam berbagai kondisi ekstrem di tengah rangkaian ibadah haji.

Dalam kondisi panas dan berdesak-desakan, emosi insani dapat terpicu. Begitulah pengalaman lain sepasang suami istri asal Kolaka Timur. “Saat wukuf kami tak kebagian air, istri sampai marah-marah ke saya, saya akhirnya hanya diam dan menghindar saja ke tenda lain. Amarahnya baru reda saat saya dapat air dari jamaah lain,” tutur Nasir (50).

Dia mengaku selama di tanah suci belajar tentang menjaga harmoni bersama sang istri yang telah dinikahi selama 19 tahun dengan cara selalu menggandeng tangan istrinya. Maka, ia pun berusaha mahfum saja ketika sang istri merasa kesal karena kondisinya memang terbatas.

Pertengkaran hebat antara pasangan suami istri juga ditampakkan di pelataran Masjidil Haram usai salat Jumat pada 23 September silam. Di tengah keramaian, suami istri asal India nampak berteriak saling beradu argumen. Pandangan mata ratusan orang seolah mereka abaikan, sang suami yang lari-lari kecil dikejar sang istri, lalu sesekali berhenti dan mengacungkan tangan diiringi suara keras, Masya Allah.

Kisah-kisah memadu kesetiaan para pasangan jodoh di atas hanya sepenggal cerita perjalanan 155.200 jamaah haji asal Indonesia. Ujian bagi mereka seperti dihadirkan Allah SWT agar muncul rasa kepedulian terhadap sesama atau memilih berpuas diri bermesraan dengan sang Khalik semata. Memilih mendampingi istri di kala susah atau egois berburu kesalehan pribadi. Wallahuallam bishawwab.

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya