PURWOREJO - Sedikitnya empat desa di Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo terancam banjir Sungai Jali. Luapan air sungai mudah masuk permukiman setelah dua klep pengatur banjir yang dipasang di tanggul sungai wilayah Desa Tangkisan Bayan, jebol. Luapan air beberapa kali masuk ke permukiman Desa Tangkisan ketika Sungai Jali banjir.
"Memang belum sampai merendam rumah, namun air banjir sudah limpas dan mengalir lewat saluran pintu klep, masuk permukiman. Peristiwa itu terjadi beberapa kali dalam dua bulan terakhir dan membuat warga panik," terang Surono Puji Rahmat, Kadus Wunut Tangkisan, seperti dikutip dari KRjogja, Jumat (7/10/2016).
Pintu klep jebol akibat banjir besar Sungai Jali pada pertengahan Juni 2016. Air meluap hingga hampir melompati tanggul sungai. Pintu berbahan besi yang dipasang pada saluran air dari beton, tidak kuat menahan desakan air.
Ketika itu, katanya, air merendam Desa Tangkisan sedalam 1,5 meter. Selain itu Desa Krandegan, Tanjungrejo dan Pogung Kalangan juga terendam rata-rata sedalam satu meter. Banjir menewaskan satu warga Desa Tangkisan. "Artinya empat desa menjadi wilayah terancam banjir Jali," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tangkisan, Muhammad Taufik mengatakan, dua pintu klep berfungsi menahan air sungai masuk desa. Pintu akan menutup otomatis apabila debit sungai tinggi dan akan membuka ketika air surut. Selain merusak pintu klep, banjir juga menyebabkan dinding beton dan tebing tanah di tepi saluran longsor.
"Kerusakan parah pada pintu klep hulu, lebar tanggul yang longsor kurang lebih tujuh meter," tuturnya.
Pemerintah desa, katanya, melaporkan peristiwa itu kepada pemerintah kabupaten. Pemerintah menindaklanjuti dengan melakukan pengecekan. "Mulai BPBD hingga Balai Besar Serayu Opak milik Kementerian PU dan PR, sudah mengecek, namun belum ada tindak lanjutnya," ucapnya.
Masyarakat, katanya, berharap pemerintah secepatnya menangani pintu klep jebol itu. "Setiap hujan lebat atau ada informasi dari warga hulu jika Sungai Jali banjir, kami was-was. Takut banjir besar seperti pertengahan Juni kembali terulang," tandasnya.
(Rizka Diputra)