DEBAT CAPRES AS: Ini Sikap Trump-Hillary soal Bombardir Aleppo

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Senin 10 Oktober 2016 10:42 WIB
Donald Trump dan Hillary Clinton memiliki pandangan berbeda mengenai posisi Bashar al Assad (Foto: Aaron P Bernstein/Reuters)
Share :

MISSOURI – Format debat capres AS putaran kedua sedikit berbeda dengan putaran pertama yang berlangsung pada 26 September 2016. Kali ini, warga diberi kesempatan mengajukan pertanyaan lewat media sosial yang nantinya akan dipilih oleh Komite Pemilihan Presiden.

Pertanyaan warga bernama Dianne asal Pennsylvania salah satunya. Ia ingin tahu bagaimana sikap serta kebijakan Hillary Clinton dan Donald Trump mengenai Aleppo, Suriah. Sebagaimana diketahui, bombardir kawasan industri tersebut tengah gencar dilakukan oleh rezim Presiden Bashar al Assad.

“Situasi di Suriah mengerikan. Setiap hari kita melihat kekejaman Assad. Ada keinginan Rusia menghancurkan Aleppo. Rusia tidak pernah ingin menghancurkan ISIS. Mereka ingin Assad tetap di posisinya. Saya akan tetap bekerja sama dengan sekutu kita di Suriah,” ujar Hillary di Washington University, Saint Louise, Missouri, Senin (10/10/2016).

Perempuan berusia 68 tahun itu menambahkan, dirinya akan segera berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai Suriah sebagai Presiden AS, seperti halnya ketika menjabat sebagai Menteri Luar Negeri. Hillary juga mendukung langkah pemerintah AS untuk mengadakan penyelidikan atas dugaan kejahatan perang di Suriah.

Sementara Donald Trump memiliki pandangan berbeda mengenai Aleppo. Bekas kawasan industri itu disebutnya sudah dalam keadaan hancur lebur. Berbeda dengan pasangannya Mike Pence, Trump memilih untuk tetap mempertahankan Bashar al Assad di posisinya.

“Suriah di bawah Bashar al Assad berperang melawan ISIS yang diciptakan Hillary dan Barack Obama karena kelemahan kebijakan luar negeri mereka. Betapa bodohnya kita (AS) karena tidak melakukan serangan secara diam-diam kepada ISIS di Irak dan Suriah,” tutur Donald Trump.

Menanggapi ucapan Trump, Hillary memilih untuk tetap bekerja sama dengan sekutu-sekutu dan koalisi AS di Suriah. Namun, kandidat asal Partai Demokrat itu tidak akan menggunakan serangan darat dan tetap akan mempersenjatai pasukan Kurdi serta para pemberontak yang dianggapnya sebagai mitra terbaik.

Mendengar pendapat Hillary, Trump mengejek istri mantan Presiden Bill Clinton itu. Pengusaha properti itu yakin Hillary tidak tahu siapa saja yang berada di balik pasukan pemberontak. Mempersenjatai para pemberontak sama saja dengan memperburuk situasi seperti halnya di Libya.

“Dia bicara soal pemberontak. Kita mempersenjatai orang. Kebijakan yang sama dilakukannya di Libya terhadap Khaddafi. Lihat apa yang terjadi, keadaan lebih buruk. Saya tidak tahu Assad itu siapa, tetapi ia bersama Rusia dan Iran berupaya menghabisi ISIS karena kebijakan luar negeri kita yang lemah,” tukas Trump.

(Wikanto Arungbudoyo)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya