“Suriah di bawah Bashar al Assad berperang melawan ISIS yang diciptakan Hillary dan Barack Obama karena kelemahan kebijakan luar negeri mereka. Betapa bodohnya kita (AS) karena tidak melakukan serangan secara diam-diam kepada ISIS di Irak dan Suriah,” tutur Donald Trump.
Menanggapi ucapan Trump, Hillary memilih untuk tetap bekerja sama dengan sekutu-sekutu dan koalisi AS di Suriah. Namun, kandidat asal Partai Demokrat itu tidak akan menggunakan serangan darat dan tetap akan mempersenjatai pasukan Kurdi serta para pemberontak yang dianggapnya sebagai mitra terbaik.
Mendengar pendapat Hillary, Trump mengejek istri mantan Presiden Bill Clinton itu. Pengusaha properti itu yakin Hillary tidak tahu siapa saja yang berada di balik pasukan pemberontak. Mempersenjatai para pemberontak sama saja dengan memperburuk situasi seperti halnya di Libya.
“Dia bicara soal pemberontak. Kita mempersenjatai orang. Kebijakan yang sama dilakukannya di Libya terhadap Khaddafi. Lihat apa yang terjadi, keadaan lebih buruk. Saya tidak tahu Assad itu siapa, tetapi ia bersama Rusia dan Iran berupaya menghabisi ISIS karena kebijakan luar negeri kita yang lemah,” tukas Trump.
(Wikanto Arungbudoyo)