“Rencana Raja Cirebon meratakan Gunung Hata bertujuan untuk mendirikan sebuah masjid agar penyebaran agama Islam bisa maksimal,” kata Tatang.
Menurutnya, Raden Angga Wacana akhirnya berpamitan ke istrinya hendak mengikuti sayembara tersebut. Istrinya pun mengizinkannya dan kepergian Raden Angga Wacana hanya dibekali satu nasi bungkus atau nasi timbel nasi untuk menuju lokasi sayembara.
“Setelah sampai di lokasi sayembara, Raden Angga Wacana tidak masuk arena, namun dia merangkai sisa serpihan kayu tatal untuk dijadikan pondasi dan rangka bangunan masjid di luar arena saymbara,” tambah Tatang.
Dengan ilmu yang dimiliki Raden Angga Wacana, akhirnya berhasil membuat pondasi dan rangka bangunan masjid dalam hitungan jam. Setelah rangka dan pondasi selesai dibuat akhirnya Raden Angga Wacana mulai meratakan Gunung Hata dan mulai meletakan rangka dengan pondasinya.
“Tidak lama setelah Gunung Hata rata dan telah disimpan rangka bangunan akhirnya Raja Cirebon kaget dan memberhentikan pertarungan yang diikuti para jawara,” jelasnya.