FILM animasi "Frozen" bercerita tentang Ratu Elsa dan kemampuannya mengubah cuaca menjadi amat dingin. Bahkan, seantero kerajaannya membeku.
Nyatanya, ada satu desa kecil di kawasan tundra Siberia, Rusia, yang membeku sepanjang tahun. Nama desa itu, Oymyakon. Penduduknya terbiasa hidup di suhu udara menggigit, bahkan hingga minus 50 derajat celcius. Tak heran, Oymyakun pun mendapat predikat kota terdingin di dunia.
Mendekati musim dingin, 500 warga Oymyakon harus bersiap menghadapi cuaca yang makin ekstrem.
Satu-satunya SPBU di Oymyakon. (Foto: Rex Pictures)
Seorang fotografer dari Selandia Baru, Amos Chapple, memboyong kameranya untuk memotret bagaimana warga Oymyakon menjalani hidup di cuaca sedingin itu.
"Ketika keluar pertama kali di tengah suhu -47 derajat celcius, saya mengenakan celana panjang tipis. Saya ingat, rasa dingin seakan mencengkeram kaki. Kejutan lainnya, terkadang air liur saya membeku seperti jarum-jarum kecil hingga menusuk mulut," kenang Chapple, seperti dinukil dari Mirror, Selasa (25/10/2016).
Selama kunjungan dua harinya, Chapple berhasil mengabadikan bagaimana cara warga Oymyakon bertahan dari sergapan udara dingin. Setiap hari, benda-benda yang tertinggal di luar rumah terancam membeku.
Peternak sapi di Oymyakon sedang menggembalakan hewan ternaknya. (Foto: Rex Pictures)
Tanah yang senantiasa tertutup es membuat sistem perpipaan perumahan di desa ini sangat sedikit. Jika ingin menuntaskan hajat, maka penduduk desa harus memakai kamar mandi di luar rumah.
Jika ada pemakaman, maka warga harus menyalakan api unggun agar tanah bisa melunak. Dengan begitu, jenazah pun dapat dimakamkan dengan layak.
Seorang wanita berjalan di tanah yang tertutup es di Kota Yakutsk. Seperti Oymyakon, cuaca di Yakutsk juga ekstrem. (Foto: Rex Pictures)
Ternyata, minus 47 hingga minus 50 derajat celcius masih terbilang "hangat". Sebab, pada 1924, suhu udara di desa ini pernah mencapai -71,2 derajat celcius.