"Yang lain kesurupan karena ketularan. Saat mencoba membantu menenangkan yang kesurupan, eh malah yang membantu itu ikut juga. Makanya, jadi banyak," ujar karyawan lainnya bernama Saipeh.
Para pekerja yang saat itu sibuk membersihkan bulu burung walet, seketika pecah dan ribut. Pihak pengelola sekaligus pemilik usaha sarang burung walet yang disebut-sebut bernama Awi langsung panik. Tak lama, pihak pengelola langsung memanggil ustadz dan biksu.
Kesurupan massal itu sempat membuat kehebohan. Petugas Polsek Medan Area yang langsung dipimpin Kapolsek Kompol Arifin beserta Kanit Reskrim AKP Cahyadi mendatangi lokasi gedung yang dijadikan home industry, turut membantu menenangkan para pekerja yang kesurupan.
"Sadarnya karena diobati sama ustadz dan juga didatangi biksu ke situ. Enggak lama kami bisa sadar semua," ucap Tika, salah seorang pekerja yang kesurupan.
Setelah sadar, Awi pun memulangkan sekira 200 karyawannya itu. "Kami semua langsung dipulangkan. Kalau sudah baikan, mungkin besok disuruh masuk kerja lagi," tutur Tika saat ditemui di rumah kosnya bersama teman-temannya.