Sepuluh tahun sejak Krisis Ekonomi, perekonomian AS masih gelap gulita. Presiden Franklin Delano Roosevelt kemudian mengumumkan Thanksgiving tidak akan dirayakan pada Kamis terakhir November, tetapi dimajukan satu pekan sebelumnya. Keputusan tersebut diambil atas desakan para pedagang agar memiliki waktu yang cukup untuk meningkatkan penjualan sebelum Hari Natal.
Franklin Delano Roosevelt kemudian memajukan Thanksgiving yang sedianya berlangsung 30 November menjadi 23 November 1939. Ia berpikir keputusan tersebut tidak menimbulkan kontroversi. Sayangnya, keputusan tersebut malah dipertanyakan para politikus. Keputusan untuk menyenangkan para pedagang dianggap sangat tidak bisa diterima.
Dampaknya, banyak acara termasuk pertandingan sepakbola Amerika dan libur sekolah harus dijadwal ulang karena keputusan tersebut. Warga malah menjadi kebingungan. Banyak gubernur yang tidak setuju dengan keputusan tersebut dan menolak menjalankannya. Wali Kota Atlantik Thomas Taggart secara sinis menyebut keputusan tersebut sebagai Franksgiving.
Sebagian besar negara bagian mematuhi perintah sang presiden, tetapi 16 di antaranya memberontak. Colorado dan Texas memutuskan untuk mengikuti keputusan presiden dan menjadwalkan dua hari libur, yakni 23 dan 30 November 1939.
Meski keputusan tersebut menyebabkan kebingungan dan kontroversi, Roosevelt mengembalikan perayaan Thanksgiving ke Kamis terakhir pada 1940. Kontroversi masih terjadi pada 1941. Tetapi, pada penghujung tahun itu, Kongres dan Roosevelt mengesahkan resolusi bersama yang mendeklarasikan Thanksgiving akan dirayakan setiap Kamis terakhir November tahun berjalan hingga hari ini. (war)
(Silviana Dharma)