PARIS - Kepolisian Prancis menggelar operasi besar-besaran guna memburu pria bertopeng yang menyerang seorang wanita paruh baya di sebuah panti jompo. Korban adalah wanita 59 tahun yang tidak disebutkan namanya. Ia tewas setelah ditusuk menggunakan pisau.
Diwartakan Belfasttelegraph, Jumat (25/11/2016), identitas dan motif pelaku belum diketahui hingga saat ini.
Gundarme atau Polisi Militer Prancis juga belum bisa menyimpulkan apakah aksi ini ada kaitannya dengan aksi terorisme atau tidak.
Juru Bicara Gundarme mengungkapkan, lebih dari 100 anggota pasukan keamanan dikirim ke desa Montferrier-sur-Lez, dekat kota Montpellier di ujung selatan Perancis, pasca-mendapat laporan terkait penyerangan yang terjadi di rumah peristirahatan para mantan pendeta dan biarawati tersebut.
Berdasarkan keterangan juru bicara kepolisian, jasad wanita tua tersebut ditemukan dalam kondisi tercekik dan diikat di luar gedung. Terdapat tiga luka tusukan di tubuhnya. Polisi yang tiba di lokasi kejadian langsung menggeledah semua ruang di fasilitas bagi warga lanjut usia tersebut, baik ruang bawah tanah dan setiap sisi bangunan, tetapi tidak menemukan pelaku pembunuhan. Pencarian pelaku terus dilakukan secara besar-besaran dengan bantuan dari helikopter serta anjing pelacak.
Jaksa Christophe Barret mengatakan, sebelumnya seorang wanita yang bekerja di rumah pensiunan menelepon polisi pada Kamis malam 24 November 2016 dan mengatakan bahwa ia telah diserang. Korban mengaku tidak menderita luka serius dan hanya mengalami syok. Namun ketika petugas tiba di lokasi mereka justru menemukan mayat seorang wanita.
Olivier Ribadeau Dumas, juru bicara Konferensi Waligereja Katolik Perancis dalam akun media sosialnya menyampaikan ucapan duka pada korban serta doa untuk pelaku penyerangan. "Doa kami menjangkau untuk korban juga untuk para misionaris yang menyerang korban di Herault (wilayah) semoga Allah memberi mereka semua kedamaian," tutur Dumas.
Pembunuhan ini masih terus dalam proses penyidikan pihak berwenang. Prancis sendiri tengah berada dalam keadaan darurat kekerasan setelah satu tahun lalu mengalami serangan dari kelompok Islam radikal yang menewaskan 130 orang.
Keamanan di Prancis semakin ditingkatkan terutama setelah terjadi insiden penyerangan di sebuah gereja Katolik di Normandia pada Juli 2016. Saat itu, dua penyerang menggorok leher seorang imam dan menyandera seorang jemaat gereja berusia lanjut. (rav)
(Rifa Nadia Nurfuadah)