WELLINGTON – Rencana Perdana Menteri Selandia Baru John Key mengundurkan diri mengejutkan seantero negeri. Meski masih dicintai rakyatnya, dia menolak dicalonkan untuk periode keempat. Key beralasan, sudah waktunya memusatkan perhatian kembali pada keluarga.
Dalam pidato pengunduran dirinya itu, tak lupa John Key mewasiatkan nama penggantinya. Secara terang-terangan, dia berharap wakilnya, Bill English dapat meneruskan mandat sebagai kepala pemerintahan di Selandia Baru.
USA Today, Kamis (8/12/2016) menyebut, harapan itu bukan mustahil. Pasalnya, English saat ini telah mendapat dukungan mayoritas dari 58 koleganya di Partai Nasional dalam parlemen. Sementara itu, kaukus partai konservatif baru akan mengajukan nama penerus John Key pada Senin 12 Desember.
Selama delapan tahun menjabat sebagai wakil PM Selandia Baru, English dinilai sebagai sosok yang terpercaya. Kinerjanya menuai pujian, terutama dalam bidang ekonomi. Sayangnya, mantan menteri keuangan itu dianggap kurang berkharisma untuk menyandang jabatan tertinggi di negaranya.
"Saya tidak ingin berandai-andai menjadi seorang perdana menteri sampai saya ditetapkan," tegas English.
Pada dasarnya, English sudah berkecimpung di dunia politik selama 26 tahun. Namanya pertama kali dikenal sejak masuk parlemen pada 1990. Dia pernah kalah pada pemilu 2002, namun memastikan pengalaman itu telah membuatnya jadi lebih bijak.
"Saat itu saya berusia 39 tahun, dengan enam anak di bawah usia 13 tahun. Sekarang tanpa beban pikiran itu, saya punya kesempatan untuk berfokus pada pekerjaan," ucapnya.
Di bawah pemerintahannya, Selandia Baru kini menikmati pertumbuhan PDB tahunan yang relatif kuat, yakni lebih dari tiga persen dan tingkat pengangguran turun sampai di bawah lima persen. English berjanji akan memangkas penarikan pajak dan membangun perekonomian yang merata bagi seluruh rakyat.
John Key dipastikan akan meletakkan jabatannya pada 12 Desember. Setelahnya, English harus menentukan tanggal pemilu tahun depan. Banyak orang berharap, pemilu dapat diadakan sebelum pemimpin berganti pada September.
Selain English, kandidat lain untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Key adalah Menteri Kesehatan Jonathan Coleman dan Menteri Pemasyarakatan Judith Collins. Namun keduanya mengatakan akan mendukung English untuk maju sebagai PM Selandia Baru berikutnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)