JAKARTA - Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional ditetapkan jatuh setiap 10 Desember. Tepat pada hari ini, Sabtu (10/12/2016) momentum kebangkitan hak asasi terhadap hidup seseorang kembali dirayakan oleh masyarakat dunia.
Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) ikut membuka suara dan memberikan masukan kepada pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dari sisi penegakan hukum terhadap HAM.
Dalam konteks segala upaya penghormatan, perlindungan dan pemenuhan HAM di Indonesia, kata Koordinator KontraS, Haris Azhar, masih jauh dari kata terpenuhi atau belum terlaksana dengan baik.
"Negara hari ini masih memanjakan para pelanggaran HAM menikmati kekebalan hukum," ujar Haris dalam keterangan resminya kepada Okezone, Jumat 9 Desember 2019 malam.
Ditambahkan Haris, saat ini negara juga belum mampu mengupas tuntas segala kasus pelanggaran HAM di masa lalu. Oleh karenanya, ia menganggap negara masih gagal dalam segi penegakan hukum terhadap HAM.