JAKARTA – Semangat aksi 212 belum padam. Kali ini, aksi tersebut berlanjut dengan gelaran salat subuh berjamaah pada Senin (12/12/2016). Tuntutannya pun masih sama, yakni meminta keadilan dalam proses hukum kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Calon gubernur DKI petahana itu telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri. Ia disangkakan dengan Pasal 156 dan Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama.
Tak lama lagi, mantan Bupati Belitung Timur itu bakal duduk di kursi pesakitan. Ahok akan menjalani sidang perdananya pada Selasa (13/12/2016).
Menanggapi itu, Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, ibadah salat subuh berjamaah ini mengirim pesan bahwa umat Islam menuntut adanya keadilan.
Bahkan, ia berharap seluruh masyarakat di penjuru negeri bisa bergabung mengikuti ibadah subuh berjamaah ini demi menghadirkan keadilan di Tanah Air.
"(Aksi) 1212 merupakan aksi kita mengirim pesan bahwa seluruh Indonesia hadir dalam salat subuh berjamaah menuntut adanya keadilan. Kita berharap akan bergabung di seluruh negeri dan nanti akan menghadirkan keadilan di Indonesia," kata Sandi di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/12/2016).
Ia melihat bahwa umat Islam berada di titik puncak menuntut keadilan melalui gelaran ini. "Ini adalah puncak gunung es," pungkasnya.
Sekadar diketahui, kegiatan salat subuh berjamaah ini merupakan lanjutan dari aksi superdamai 212. Ibadah ini dilakukan di 70 titik seluruh Indonesia.
Sejumlah ulama, seperti Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Kiai Nonop asal Ciamis, dan tokoh lainnya melaksanakan kegiatan ini di Masjid Pusdai, Bandung, Jawa Barat.
(Erha Aprili Ramadhoni)