KALEIDOSKOP 2016: Tragedi Brexit Telan Belasan Korban Jiwa

Dwi Ayu Artantiani , Jurnalis
Selasa 20 Desember 2016 12:31 WIB
Pintu tol Brebes Timur (Foto: Okezone)
Share :

Mudik menjadi salah satu fenomena unik dan mungkin hanya ada di Indonesia. Momen di mana kaum urban hendak berkumpul bersama sanak saudara di kampung halaman saat perayaan hari raya, menimbulkan suatu hegemoni yang berimbas pada membeludaknya lalu lintas, terutama arus keluar Jakarta.

Tak ayal, momen tersebut menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya gangguan arus lalu lintas seperti kemacetan yang berkepanjangan, kecelakaan lalu lintas, hingga fenomena lainnya seperti membeludaknya pedagang dadakan di pinggir jalan hingga hal unik lainnya.

Di tahun 2016, kejadian luar biasa dalam hal gangguan lalu lintas terjadi saat mudik lebaran Idul Fitri pada awal Juli. Kemacetan parah cenderung horor terjadi pada simpang jalan usai gerbang keluar tol di Brebes Timur, Jawa Tengah. Kemacetan itu biasa dikenal dengan tragedi Brebes Exit (Brexit). Kata Brexit sendiri merujuk pada tren kata serupa di dunia bagian barat saat Kerajaan Inggris (British) menyatakan keluar dari Uni Eropa.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 17 orang meninggal dunia akibat kemacetan parah tersebut, korban meninggal karena mengalami stres dan kelelahan serta akibat kecelakaan lalu lintas akibat macet yang tak bisa terurai di badan jalan tersebut.

Pintu keluar di Brebes Timur ini dibangun Pemerintah dengan impian membangun Jalan Tol Trans Jawa agar bisa mengurai dan meminimalisir kemacetan pada mudik lebaran. Namun, pembangunan yang belum sempurna, ditambah dengan ketidaksigapan pemerintah mengantisipasi warga yang cenderung memilih tol sebagai jalur utama, membuat tragedi tersebut tak terelakkan. Kemacetan horor pun terjadi, belasan orang meninggal akibat stres dan kelelahan. Mayoritas korban pun merupakan lansia dan anak di bawah umur.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya