Pembajak Pesawat Libya Menyerah, Semua Sandera Selamat

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis
Jum'at 23 Desember 2016 22:45 WIB
Salah Satu Pelaku Pembajakan Pesawat Mengibarkan Bendera Hijau. (Foto: Russian Today)
Share :

MALTA - Pelaku pembajakan pesawat di Malta, Libya kini telah menyerah dan meninggalkan pesawat bersama para kru setelah sebelumnya bersedia membebaskan sandera. Semua penumpang dan awak telah dibebaskan dari A320 Afriqiyah Airways Airbus di Malta, dengan selamat.

Dilansir dari Russian Today, (23/12/2016) dua orang pembajak dari kelompok pro-Gaddafi Al Fatah Al Gadida secara resmi telah ditahan oleh pihak kepolisian.

"Pembajak menyerah, dan kini telah ditangkap oleh pihak berwenang," tulis Perdana Menteri Malta Joseph Muscat dalam keterangan resminya melalui twitter.

Miscat menambahkan para sanderan yang jumlahnya 118 orang dibebaskan secara bertahap dimulai dengan pembebasan para wanita dan anak-anak terlebih dahulu sekira 29 orang. Kemudian pembebasan kedua dilepaskan sebanyak 44 orang.

Pesawat Airbus A320 milik maskapai Afriqiyah Airways dipaksa mendarat di Bandara Internasional Malta akibat pembajakan. Pesawat tersebut tengah terbang di kawasan udara Libya ketika dua pembajak mengancam akan meledakkan bom di pesawat pada pukul 11.32 waktu Malta. Insiden ini sempat membuat penerbangan dari Bandara Internasional Malta ditunda dan dialihkan.

Sebelumnya, pelaku sempat mengibarkan bendera berwarna hijau ketika dalam keadaan terdesak sebelum akhirnya memutuskan untuk menyerah.

Pesawat Libya tersebut terdiri dari 111 penumpang dengan rincian 82 laki-laki dan 28 perempuan serta satu bayi serta diawaki tujuh kru. Dan semuanya dinyatakan selamat. (rav)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya