MALTA - Pelaku pembajakan pesawat Libya di Malta telah setuju membebaskan 118 penumpang. Sebelumnya, 82 penumpang laki-laki, 28 penumpang perempuan dan satu bayi itu terjebak selama dua jam di bawah ancaman para pelaku.
Dilansir dari Express, Jumat (23/12/2016) kelompok pertama yang dibebaskan terdiri dari penumpang wanita dan anak-anak. Mereka dibebaskan dalam kondisi selamat tanpa mengalami cidera hingga kemudian dilanjutkan dengan pelepasan sandera yang lain.
Selain membebaskan sandera, para pembajak pesawat Libya juga setuju untuk menyerahkan senjata mereka dan mengakhiri ancaman. Sesaat setelahnya kedua pelaku langsung dilumpuhkan oleh petugas bandara.
Pesawat Airbus A320 milik maskapai Afriqiyah Airways dipaksa mendarat di Bandara Internasional Malta akibat pembajakan. Pelaku pembajakan yang terdiri dari dua orang sempat mengancam akan meledakkan pesawat. Insiden ini sempat membuat penerbangan dari Bandara Internasional Malta ditunda dan dialihkan. (rav)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.