TOP FILES: Cikal Bakal Kalender Hijriah dan Bedanya dengan Masehi

Randy Wirayudha, Jurnalis
Minggu 01 Januari 2017 10:11 WIB
Ilustrasi Kalender Islam atau Kalender Hijriah (Foto: Shutterstock)
Share :

BAGI masyarakat umum, terlebih di negara-negara yang menggunakan Kalender Masehi, hari ini, Minggu 1 Januari 2017 adalah momen tahun baru. Namun berbeda dengan umat Islam yang menggunakan Kalender Hijriah, di mana yang namanya “tahun baruan” sudah lebih dulu dilakukan beberapa bulan lalu.

Ya, sedikit membahas hikayat tentang Kalender Hijriah, kalender Islam ini punya beberapa perbedaan dari kalender Masehi, baik soal nama-nama bulan, nama-nama hari, hingga soal patokan peredaran. Hijriah menentukan acuan waktu dari peredaran bulan, sedangkan Masehi dengan peredaran matahari.

Kalau di Kalender Masehi ada nama bulan Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November dan Desember; di Kalender Hijriah ada Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Dzulkaidah dan Dzulhijjah.

Memang kalau melihat jumlah bulannya, sama ada 12 bulan. Jumlah harinya pun sama, ada tujuh, di mana kalau Masehi ada Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu. Sedangkan di Kalender Hijriah ada Ahad, Itsnayn, Tsalaatsa’, Arbaa-a/Ar-Raabi’, Khamsah, Jumu’ah dan As-Sabt.

Meski begitu, jumlah harinya tergolong sedikit berbeda. Kalau Kalender Masehi biasanya dalam setahun ada 365 hari (366 tiap empat tahun sekali/Tahun Kabisat), sementara dalam Kalender Hijriah biasanya ada 354 hari (355 di Tahun Kabisat).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya