Wakil PM: Unjuk Rasa Anti-Australia Sangat Menyedihkan!

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Jum'at 27 Januari 2017 01:06 WIB
Aksi unjuk rasa mewarnai Hari Nasional Australia (Foto: Harmonyclash/Instagram)
Share :

CANBERRA – Hari Nasional Australia seharusnya dirayakan dengan meriah. Namun, sejumlah aksi unjuk rasa terjadi di beberapa kota, seperti Sydney, Melbourne, dan Canberra. Aksi unjuk rasa di Sydney bahkan berujung dengan kerusuhan setelah sejumlah orang berupaya membakar bendera Australia.

Unjuk rasa terjadi dengan tuntutan pemindahan Hari Nasional Australia. Sebab, 26 Januari dianggap sebagai peringatan invasi Inggris terhadap suku Aborigin, suku asli Negeri Kanguru. Wakil Perdana Menteri Australia Barnaby Joyce menuduh para pengunjuk rasa berupaya membuat negara merasa bersalah.

“Mereka sangat menyedihkan. Saya berharap mereka merangkak di bawah batu dan bersembunyi untuk sementara waktu,” ujar Joyce dalam siaran radio, mengutip dari Independent, Jumat (27/1/2017).

Mantan menteri Ian Macfarlane mengusulkan agar Hari Nasional Australia digeser dari 26 Januari menjadi 1 Maret. Sebab pada 1901, pemerintah federal Australia yang baru dibentuk, mengambil alih fungsi dari enam koloni Inggris. Pemindahan tersebut dianggap dapat menyembuhkan luka masa lalu.

Akan tetapi, Perdana Menteri Malcolm Turnbull menepis usulan tersebut. Barnaby Joyce menganggap debat pemindahan Hari Nasional Australia tersebut sebagai kebebasan yang kebablasan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya