Mengingat, lanjut Pangi jika hanya terus-menerus menyerang sisi personal satu sama lainnya, maka proses dialektika seakan sempit dan bisa berbahaya serta memperkeruh suasana.
"Tidak boleh karena bisa memecah. Fokus pada gagasan dan ide saja yang dikritisi," tutupnya.
(Ulung Tranggana)