JAKARTA - Komisi I DPR mengaku belum memperoleh informasi adanya agen intelijen Korea Utara yang beroperasi di Indonesia. Para agen tersebut datang ke Indonesia dengan berkedok membuka perusahaan tekstil.
Salah satu sumber penegak hukum The Star mengatakan bahwa usaha tekstil itu memanfaatkan lantai dua sebuah restoran Korea Utara di Jakarta.
Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi mengatakan akan menyampaikan informasi yang ditanyakan itu ke Badan Intelijen Negara (BIN). "Kami belum mengetahuinya, dan kami akan sampaikan ke BIN mengenai dugaan ini," ujarnya melalui pesan singkat seperti dilansir jawapos.com, Jumat (17/2).
Menurutnya, Indonesia memiliki hubungan baik dengan Korea Utara. Namun tentu tidak ingin terlibat dalam konflik internal maupun bilateral negara tersebut.
"Indonesia selalu mengedepankan dialog agar Korut tidak perlu diisolasi. Tapi Indonesia juga tidak ingin dilibatkan dalam kegiatan spionase lintas negara Korut, ini yang akan kami pastikan," pungkasnya.
Laman The Star Malaysia melaporkan, lembaga intelijen Korut yang dikenal dengan sebutan Reconnaissance General Bureau (RGB) sudah lebih dari dua dekade beroperasi di Malaysia, Singapura dan Indonesia. Sumber di kalangan intelijen menyebut operasi RGB di tiga negara itu merupakan jaringan terbesar di luar Korut. RGB disebut-sebut lebih memilih beroperasi di Malaysia dan Singapura. RGB pula yang mengelola operasi klandestin negeri yang beribu kota di Pyongyang itu.