BEKASI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi melakukan penyisiran di Desa Hurip Jaya, untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir di wilayah tersebut, Jumat (23/2/2017).
Salah satu relawan BPDB Kabupaten Bekasi, Budi Jalu, mengungkapkan bahwa kondisi sejumlah korban sangat memprihatinkan. Salah satunya Mulyani (33) yang tengah hamil 10 bulan. Ia membutuhkan penanganan di rumah sakit untuk proses persalinannya.
Kemudian Nemi (65) yang bertahan seorang diri di rumahnya yang terendam banjir. "Mereka ditemukan oleh tim relawan BPBD, saat kami lakukan penyisiran di lokasi guna mendata warga yang terdampak musibah banjir di sini. Kami prihatin dan berusaha mengevakuasi ke posko kami, tapi sayang mereka menolak," jelas Budi.
Budi menjelaskan bahwa banjir yang melanda Desa Hurip Jaya sudah terjadi selama sepekan dan hingga saat ini masih berlangsung.
"Dari banjir pertama ketinggian air sempat mencapai 1 meter, tapi sekarang sudah surut dengan ketinggian 30 cm dan membuat beberapa rumah warga masih terendam," kata Budi di lokasi.
BPDB Kabupaten Bekasi juga menemukan Muhammad Al Farizi, bayi berusia empat bulan yang ditemukan dalam kondisi sakit demam pada Kamis malam dan sudah dibawa ke klinik untuk mendapatkan pelayan optimal.
Kemudian tim juga mendata Nema (55) yang masih bertahan di rumahnya meski memiliki penyakit stroke di bagian tangan dan kaki sebelah kanan. Sementara korban bernama Riman (55) ditemukan tim di dalam rumahnya dalam sakit pusing dan mual-mual selama 4 hari. Saat ini Riman belum mendapat penanganan dari pihak kesehatan.
"Kita jemput bola saja, karena mereka memilih bertahan di rumah, jadi kami berikan penanganan medis di rumahnya dan memberikan obat dan keperluan yang mereka butuhkan," pungkas Budi.