Ini Gejala Penyakit MSS yang Ditimbulkan dari Daging Babi

Nurul Hikmah, Jurnalis
Selasa 14 Maret 2017 06:58 WIB
Peternakan babi disemprot disinfektan. (Foto:Nurul Hikmah/Okezone)
Share :

DENPASAR - Penyakit Meningitis Streptococcus Suis (MSS) yang ditimbulkan oleh bakteri dari daging babi kini mulai menyerang warga Bali. Gejala klinis bakteri tersebut diawali dengan demam atau badan panas yang tidak turun.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Gede Wira Sunetra di Denpasar, Selasa (14/3/2017).

Ia menjelaskan, selain suhu badan yang panas, pasien akan mengalami perubahan kesadaran, kaku kuduk, sakit kepala, serta sering menimbulkan tuli saraf derajat sedang, berat, dan birateral.

"Masa inkubasinya virus ini sekira 14 hari. Penyakit ini awalnya tidak kelihatan, sebab gejalanya seperti penyakit demam biasa," ujarnya.

Adanya gejala penyakit tersebut juga dibenarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kadiskes Ketut Suarjaya.

Ia menegaskan, penyakit ini dimulai dari suhu badan panas, sakit kepala, perubahan kesadaran, kaku kuduk, dan akhirnya sering menimbulkan tuli saraf derajat sedang, berat, dan bilateral.

"Bila badan merasa tidak enak sebaiknya langsung diperiksa," katanya.

Dia menjelaskan, penyakit MSS merupakan meningitis bakteri akut zoonosis. Penularan penyakit itu dari babi ke manusia.

"Penyakit ini dari babi yang ditularkan ke manusia. Semisal warga mengonsumsi makanan berbahan dasar babi mentah seperti darah segar, usus, jeroan, dan daging yang terinfeksi," katanya.

Pihaknya menyatakan, supaya tidak terjangkit penyakit tersebut salah satunya saat mengolah daging babi pastikan tangan tidak luka atau tutup luka dengan baik.

Dia menegaskan, ketika masyarakat memiliki luka lecet saat mengolah daging babi yang terinfeksi, berpotensi terular penyakit ini.

Pihaknya mengimbau masyarakat membeli daging babi di tempat yang resmi sehingga dapat dipastikan babi yang dipotong dalam keadaan sehat.

"Bila ingin mengonsumsi daging babi sebaiknya diolah dengan benar," pungkasnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya