Usut punya usut, secara francophone (kualitas pelafalan dalam bahasa Prancis), nama Kevin terbilang aneh. Untuk bisa dibaca dengan benar, penulisannya haruslah K’veen. Namun jika tetap ditulis Kevin, berarti dibaca Ke-van.
Kevin biasanya menjadi nama anak laki-laki. Asal nama ini dari Anglikan Irlandia, Caoimhín (Cóemgein). 'Coem' bermakna: baik, lembut dan tampan. Sementara 'gein', berarti 'kelahiran'. Alkisah, Santo Caoimhín mendirikan sebuah biara di Glendalough, Irlandia pada abad ke-6 M. Sejak itu, dia menjadi santo pelindung Dublin. Seiring berjalannya waktu, namanya diadopsi menjadi bahasa Inggris. Puncak popularitas nama ini di luar Irlandia terjadi pada abad ke-20 M.
Behind The Names mencatat, nama Kevin di Meksiko masuk peringkat 33 paling populer. Di Amerika Serikat menduduki posisi 79 nama yang sering dipakai. Di Inggris dan Wales, nama tersebut justru hanya mampu bertengger di peringkat ke-175 yang paling disukai.
Kembali ke Prancis, seseorang yang bernama Kevin diyakini sudah ditakdirkan menjadi idiot. Paling-paling hanya masyarakat kelas bawah yang tak tahu yang mau menamai anaknya Kevin. Lebih dari itu. sebuah jajak pendapat mengungkap orang-orang bernama Kevin punya peluang dapat kerja 30% lebih rendah dibandingkan mereka yang bernama Philippe, Jean-Luc dan Vincent.
Ada juga sebuah novel terbitan Prancis yang menceritakan seorang pemuda berhasil diterima bekerja dengan kelompok intelektual Paris setelah mengubah namanya dari Kevin menjadi Alexander. Sungguh aneh, tetapi nyata.
Pada 1991, nama Kevin digunakan oleh sekira 14.087 anak di Prancis. Entah mengapa, popularitas nama tersebut lambat laun surut. Sosiolog setempat mengungkap, banyak orang percaya nama itu benar-benar suram. Orang bernama Kevin pasti tidak akan sukses, ditaktdirkan tidak mengerti apa-apa dan dihantui keburukan lain sepanjang hidupnya.
Nama-nama lain yang dianggap terkutuk adalah Brian, Brandon, Jessica dan Dylan. Tetap saja, Kevin merajai nama paling terkutuk di Prancis.
(Silviana Dharma)