Untuk itu, pihaknya akan mengunakan strategi kampanye digital menjelang hari ‘pencoblosan’ di putaran kedua pada 19 April 2017 mendatang. Sasarannya kali ini adalah relawan dan pendukung paslon nomor urut 1 Agus-Sylvi yang telah gugur di putaran pertama, serta swing voters (pemilih yang belum menentukan pilihan) yang jumlahnya cukup tinggi di Jakarta.
“Kita targetkan dukungan di atas 50%, namun untuk mencapai hasil tersebut dibutuhkan perjuangan keras maka dari itu kita tidak pernah berhenti bergerilya menajamkan visi misi bukan hanya kepada pendukung Anies-Sandi, namun juga kepada pendukung paslon lain,” ungkapnya.
Sementara itu Koordinator INSIDER Anies-Sandi Digital Volunteer, Anthony Leong, mengaku kampanye digital di media-media sosial yang dilakukan timnya menimbulkan dampak yang signifikan dibanding tahun lalu. Hal ini terlihat dari pertambahan jumlah followers, dan beberapa pihak yang mengalihkan dukungan untuk Anies-Sandi.
“Jumlah pendukung dari hari ke hari semakin bertambah, dan prinsipnya kami menyerap aspirasi masyarakat bahwa menginginkan gubernur baru. Kami seluruh relawan dari darat dan digital akan terus bergerak menjaring suara dan kawal pemilu yang berkualitas," tutupnya.
(Khafid Mardiyansyah)