SITUBONDO – Ibu kota membutuhkan pemimpin milik seluruh warga Jakarta tanpa membedakan suku, ras, agama, latar belakang dan status sosial, serta selalu bersikap adil dan jujur.
“Jakarta butuh pemimpin yang inklusif, milik semua masyarakat. Bukan eksklusif milik kelompok,” kata Hary Tanoesoedibjo di sela pelantikan 136 DPRt di Situbondo, Selasa (21/3/2017).
Hary Tanoe mengatakan, Perindo adakah partai yang objektif dalam menentukan dukungan. “Pilih pemimpin DKI berdasarkan kebutuhan daerahnya. Bukan meributkan suku, etnis agama, Indonesia negara Pancasila,” ucapnya.
Ada berbagai kriteria yang disusun Partai Perindo dalam menentukan dukungan. “Pilih pemimpin yang orientasinya bukan hanya pro bisnis, tapi pro rakyat. Keduanya seimbang, masyarakat maju,” ungkapnya.
Sekadar diketahui Perindo menjatuhkan pilihan pada pasangan nomor 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, dengan enam poin kontrak politik yang disepakati:
1. Menjadi pemimpin dan milik seluruh warga Jakarta tanpa membedakan suku, ras, agama, latar belakang dan status sosial, serta selalu bersikap adil dan jujur.