HISTORIPEDIA: Berhasil Hentikan PD II, PM Churchill Mengundurkan Diri

Emirald Julio, Jurnalis
Rabu 05 April 2017 06:01 WIB
Foto Winston Churchill sang perdana menteri Inggris di era Perang Dunia II (Foto: Istimewa)
Share :

SALAH satu tokoh penting di era Perang Dunia (PD) II adalah Perdana Menteri Inggris Sir Winston Leonard Spencer Churchill. Dengan kepiawaiannya yang pernah terlibat dalam Perang Dunia I, Churchill berhasil membantu Britania Raya dan pihak Sekutu mengakhiri PD II.

Churchill lahir pada 30 November 1874, kariernya dimulai ketika ia bergabung dengan pasukan berkuda Inggris pada 1895 usai ayahnya wafat. Setelah lima tahun Churchill melalang buana di berbagai negara dan terlibat di sejumlah perang, ia memutuskan untuk mulai meniti karirnya di dunia politik.

Tepatnya pada 1900, Churchill terpilih menjadi anggota parlemen dari aliran Konservatif. Karier di dunia politik dan latar belakangnya di militer, membantu Churchill untuk ditunjuk sebagai First Lord of The Admiralty (usai ia bergabung dengan partai Liberal) pada 1911 yang membuatnya bertanggung jawab untuk mempersiapkan Angkatan Laut Inggris bersiap menghadapi perang.

Sayangnya Churchill dikeluarkan dari koalisi perang akibat dianggap bertanggung jawab atas kekalahan Sekutu di Pertempuran Gallipoli (PD 1) pada 1915. Sebagaimana dikutip dari History.com, Rabu (5/4/2017) walau ia disingkirkan dari jabatan strategi, dua tahun kemudian Churchill kembali masuk ke dunia politik dan menjadi anggota kabinet di bawah kepemimpinan Lloyd George.

Ia sempat keluar dari ranah politik pada 1929 hingga 1939. Namun di tahun-tahun tersebut, Churchill pernah mengeluarkan peringatan mengenai ancaman agresi berbahaya dari Nazi dan Jepang.

“Saya tidak akan berpura-pura jika saya diminta memilih antara komunisme dan Nazisme, saya akan memilih komunisme,” tutur Churchill di gedung Dewan Perwakilan Inggris (House of Commons) pada 1937.

Setelah PD II pecah di Eropa, Churchill kembali menjabat sebagai First Lord of the Admiralty dan delapan bulan kemudian, ia ditunjuk sebagai perdana menteri Inggris menggantikan Neville Chamberlain.

“Jika Kerajaan Inggris ditakdirkan untuk melewati kehidupan ke dalam sejarah, kita harus berharap itu tidak melalui proses lambatnya dispersi dan pembusukan, tetapi melalui pengerahan tenaga tertinggi untuk kebebasan, hak dan kebenaran,” Churhill di Canada Club, London pada 1939.

Pada awal kepemimpinannya, Churchill menghadapi sebuah rintangan yang besar. Pasalnya, Inggris berdiri sendiri menghadapi pasukan Nazi yang semakin meluaskan pengaruhnya di benua Eropa. Namun sang perdana menteri bersumpah bahwa kepada negaranya dan dunia bahwa Britania Raya tidak akan menyerah.

Churchill akhirnya berhasil mengukuhkan pembentukan Sekutu bersama Presiden Amerika Serikat Franklin D. Roosevelt dan pimpinan Uni Soviet Joseph Stalin. Dengan pembentukan ini, Churchill dianggap sebagai tokoh penting yang mengakhiri PD II.

Setelah PD II, Churchill kembali ditunjuk menjadi perdana menteri pada 1951 dan dua tahun kemudian ia diberi gelar ksatria oleh Ratu Elizabeth II. Ia mengundurkan diri dari jabatannya pada 5 April 1955.

(Emirald Julio)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya