Penaklukkan luar angkasa tersebut adalah bukti nyata supremasi komunisme di atas kapitalisme yang dianut AS. Semua keberhasilan itu tercapai berkat jasa Sergei Pavlovich Korolev. Namanya sempat disembunyikan karena kontroversi di masa lalu sehingga tidak ada pihak di blok Barat yang tahu hingga meninggal dunia pada 1966.
Sergei Pavlovich Korolev lahir di Ukraina pada 1906. Ia adalah bagian dari tim peneliti yang meluncurkan roket pertama berbahan bakar cair milik Uni Soviet pada 1933. Sayangnya, sponsor militer yang mendukungnya menjadi korban bersih-bersih ala Joseph Stalin. Korolev dan rekan-rekannya kemudian didakwa melakukan pengkhianatan dan sabotase serta dijatuhi hukuman 10 tahun kerja sosial.
Ketakutan Uni Soviet terhadap majunya teknologi roket Jerman membuat Korolev akhirnya dibebaskan setelah dihukum selama satu tahun pada 1939. Ia dipersilakan melanjutkan pekerjaan membangun roket. Korolev dikirim ke Jerman untuk mempelajari roket V-2 yang digunakan oleh Nazi Jerman untuk menghancurkan Inggris.
AS sendiri berhasil menangkap desainer roket tersebut, yakni Wernher von Braun, yang kemudian didapuk menjadi kepala program luar angkasa Washington. Sayangnya, Uni Soviet berhasil mendapatkan cukup banyak sumber daya roket V-2, termasuk roket, fasilitas peluncuran, cetak biru, dan beberapa teknisi yang mengerjakan proyek tersebut.
Program luar angkasa Soviet di bawah kepemimpinan Korolev mencatat sejumlah prestasi berlabel perdana pada dekade 1950-1960. Menerbangkan binatang pertama ke orbit, manusia pertama, perempuan pertama, serta mengitari orbit bulan pertama, adalah beberapa contoh keberhasilan Sergei Korolev.
(Wikanto Arungbudoyo)