LORENGAU – Bentrokan pecah di pusat penahanan para pencari suaka yang berlokasi di Pulau Manus, Papua Nugini. Insiden ini terjadi akibat cekcok antara para pencari suaka dengan warga setempat.
Sebagaimana dikutip dari Reuters, Sabtu (15/4/2017), sejumlah pria mendatangi pusat penahanan tersebut pada Jumat 14 April malam waktu setempat, mereka berusaha merangsek masuk. Melihat situasi yang panas, polisi melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan para warga setempat.
Namun tidak lama setelah dibubarkan, ABC mewartakan bahwa para pria itu kembali dan membawa senjata api. Mereka kemudian melepaskan tembakan ke arah pusat penahanan para pencari suaka tersebut.
Sekadar informasi, pusat penahanan pencari suaka di Pulau Manus tersebut dioperasikan atas kepentingan Pemerintah Australia. Di fasilitas tersebut, para pencari suaka yang tidak memiliki visa atau masuk secara ilegal ke Australia ditempatkan.
Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan Australia membenarkan adanya bentrokan tersebut. “Terdapat insiden di Manus RPC (Regional Processing Centre/sebutan pusat penahanan para pencari suaka) yang melibatkan warga dan personel Militer Papua Nugini,” klaim pihak Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan Australia.
Juru bicara Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan Australia menyebut ada satu pencari suaka yang terluka akibat insiden itu. Namun, ia menolak berkomentar mengenai kabar ada dua penjaga di pusat penahanan tersebut yang terluka dan warga setempat yang melepaskan tembakan.
(Emirald Julio)