PARIS - Putaran pertama pemilihan presiden (Pilpres) Prancis berakhir dengan demonstrasi dan kerusuhan. Hal tersebut terjadi tepat setelah tempat pemungutan suara (TPS) ditutup dan proses pemungutan suara berakhir.
Pemungutan suara Pilpres putaran pertama di Prancis diketahui ditutup pada pukul 19.00 waktu setempat. Namun, di beberapa kota, proses pemungutan suara diperpanjang hingga pukul 20.00.
ITV mewartakan, Senin (24/4/2017), buntut dari kerusuhan yang terjadi di Place de la Bastille di pusat Kota Paris polisi kini menahan tiga orang. Namun, polisi belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait tiga orang yang ditangkap tersebut.
Saat kerusuhan terjadi, massa diketahui bersikap anarkis seperti membakar mobil, menyalakan api unggun di jalan, merusak pagar lapangan dan melarikan diri dari kejaran polisi anti huru-hara. Akibat tindakan anarkis itu, polisi terpaksa melepaskan tembakan gas air mata ke kerumunan massa.