Buntut Demonstrasi Pilpres Prancis, Tiga Orang Ditahan

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis
Senin 24 April 2017 09:15 WIB
Kerusuhan pilpres Prancis. (Foto: AP)
Share :

PARIS - Putaran pertama pemilihan presiden (Pilpres) Prancis berakhir dengan demonstrasi dan kerusuhan. Hal tersebut terjadi tepat setelah tempat pemungutan suara (TPS) ditutup dan proses pemungutan suara berakhir.

Pemungutan suara Pilpres putaran pertama di Prancis diketahui ditutup pada pukul 19.00 waktu setempat. Namun, di beberapa kota, proses pemungutan suara diperpanjang hingga pukul 20.00.

ITV mewartakan, Senin (24/4/2017), buntut dari kerusuhan yang terjadi di Place de la Bastille di pusat Kota Paris polisi kini menahan tiga orang. Namun, polisi belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait tiga orang yang ditangkap tersebut.

Saat kerusuhan terjadi, massa diketahui bersikap anarkis seperti membakar mobil, menyalakan api unggun di jalan, merusak pagar lapangan dan melarikan diri dari kejaran polisi anti huru-hara. Akibat tindakan anarkis itu, polisi terpaksa melepaskan tembakan gas air mata ke kerumunan massa.

 

Kerusuhan Pilpres Prancis. (Foto: AP)

Sementara itu, demonstrasi juga terjadi di wilayah lain. Beruntung demonstrasi lainnya berjalan dengan damai. Para peserta demonstrasi di luar Place de la Republique menyerukan "No Marine and No Macron!" Mereka juga meneriakkan protes yang intinya tidak setuju dengan hasil pehitungan sementara pilpres putaran pertama.

"Sekarang bakarlah kartu suara Anda," teriak para demonstran.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan penghitungan cepat Kementerian Dalam Negeri Prancis, capres aliran ekstrem kanan, Marine Le Pen sementara unggul dengan 24,15 persen suara. Sementara saingan terdekatnya Emannuele Marcon hanya meraih 21,43 persen suara.

Para pendemo menentang calon presiden (capres) Le Pen karena tidak setuju dengan program kebijakannya yang anti-imigran. (rav)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya