KATHMANDU – Salah seorang pendaki gunung terkenal, Ueli Steck, meninggal dunia setelah terjatuh dari salah satu puncak di Pegunungan Everest, Nepal. Pria asal Swiss itu tergelincir dan jatuh dari ketinggian 1.000 meter (m) di kaki Gunung Nuptse saat berupaya mencapai puncak pegunungan tertinggi di dunia itu.
Jenazah pria berusia 40 tahun itu berhasil ditemukan dan diterbangkan menuju Ibu Kota Kathmandu dengan menggunakan helikopter. Ueli Steck terjatuh saat berlatih untuk mencoba memanjat Pegunungan Everest.
Mengutip dari Sky News, Senin (1/5/2017), pihak keluarga menyatakan sangat sedih atas meninggalnya pria berjuluk ‘Si Mesin Swiss’ itu. Dalam pernyataan resminya, pihak keluarga meminta media menghentikan spekulasi penyebab kematian Ueli Steck sebagai bentuk rasa hormat terhadap mendiang.
Ueli Steck mendapat julukan ‘Si Mesin Swiss’ karena dikenal sangat cepat dalam memanjat gunung. Ia berhasil memenangkan sejumlah lomba dan penghargaan atas kemampuan tersebut. Steck dianggap sebagai salah satu pendaki terbaik di generasinya.
Namanya menjadi berita utama di media pada 2013 ketika dipaksa turun dari Gunung Everest. Sebab, ia bertengkar dengan seorang Sherpa, julukan bagi pemandu di gunung tersebut, gara-gara seutas tali. Sebelum kematiannya, Steck sedang melakukan aklimatisasi untuk mencoba mendaki Everest lewat jalur barat.
Jelang ekspedisi tersebut, ia sempat mengatakan kepada salah satu media Swiss bahwa kegagalan buatnya adalah kematian dan tidak kembali ke rumah.
“Saat saya di Everest, saya tidak bisa berhenti di titik manapun. Risikonya cukup kecil. Bagi saya itu hanya persoalan proyeksi fisik. Entah saya berhasil melewatinya atau memang saya tidak memiliki kekuatan untuk seluruh ekspedisi itu,” tutur Ueli Steck.
(Wikanto Arungbudoyo)