JAKARTA - Peserta aksi simpatik 55 mulai membubarkan diri dari Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (5/5/2017) sekira pukul 16.30 WIB.
Pantauan Okezone di lokasi, massa aksi yang rata-rata berpakaian putih itu pulang dengan tertib menuju kendaraan masing-masing. Tak sedikit massa yang berasal dari luar Jabodetabek.
Salah satu massa dari Lampung, Agung (35) bersyukur aksi kembali digelar dengan damai seperti ‘Aksi Bela Islam’ sebelumnya.
"Bagus damai, intinya umat Islam bisa menempuhnya dengan damai, tidak semaunya. Kata Ustaz Bachtiar Nasir tadi juga sudah ada delegasi ke MA," ujar Agung saat ingin meninggalkan Masjid Istiqlal.
Agung mengaku berangkat dari kampung halamannya dari Kamis 4 Mei 2017. Lalu Jumat pagi ia tiba di masjid terbesar di Asia Tenggara.
Menurutnya, ia tak kecewa meskipun GNPF tidak menyerukan long march ke Mahkamah Agung. Ia justru mengapresiasi langkah yang diambil petinggi GNPF dan ulama.
"Enggak kecewa meskipun tidak long march. Karena tadi juga ada delegasi yang menyampaikan aspirasi kita," ucapnya.
Meski demikian, Agung berharap kedepannya tidak ada lagi orang yang melakukan penistaan terhadap Alquran dan menistakan agama Islam. Ia juga berharap agar Majelis Hakim kasus penodaan agama ini bisa menghukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan adil.
"Jangan ada lagi kejadian seperti ini dan yang ini harus dihukum dengan hukum yang adil. Jangan sampai dikurangi (hukumannya). Kalau dikurangi nanti berulang lagi," tutur Agung.
Sementara itu, sebelum pulang Bachtiar Nasir berpesan kepada peserta untuk senantiasa menjaga ketertiban, kebersihan dan tidak lupa berzikir.
"Siap menjaga kebersihan? Siap menjaga ketertiban? Siap bubar dengan tertib. Perbanyak berdoa bermunajat kepada Allah," ujar Bachtiar. (sym)
(Ulung Tranggana)