Prihatin, Tradisi Tumbuk Lesung Terancam Punah

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis
Senin 08 Mei 2017 11:30 WIB
ilustrasi (Foto: Sindonews)
Share :

PANGANDARAN - Tradisi tumbuk lesung atau proses pengolahan hasil bumi seperti padi kering untuk menjadi beras atau palawija, kini mulai terancam punah.

Tradisi tersebut biasanya dilakukan secara gotong royong dengan jumlah pelaku disesuaikan berdasarkan kebutuhan ukuran lesung yang digunakan.

Salah satu warga Desa Cintaratu, Kecamatan Parigi, Pangandaran, Jawa Barat, Aceng (69) mengatakan, di beberapa daerah pedalaman tradisi tumbuk lesung masih dilakukan. Namun, lesung yang digunakan hanya berukuran kecil.

"Kalau lesung yang ukurannya besar biasanya digunakan untuk menumbuk padi dengan cara dikerjakan secara gotong royong, sedangkan yang ukuran kecil hanya untuk digunakan menumbuk palawija dan digunakan oleh satu orang," kata Aceng.

Aceng menjelaskan, prosesi tumbuk lesung menggunakan dua variabel alat di antaranya lulumpang dan halu-halu. Lulumpang terbuat dari kayu berbentuk hampir mirip seperti perahu, sedangkan halu-halu terbuat dari kayu berbentuk tongkat.

"Padi atau palawija yang hendak ditumbuk disimpan dalam lulumpang dan selanjutnya ditumbuk menggunakan halu-halu," tuturnya.

Dalam kegiatan tumbuk lesung, ada keunikan seperti mengeluarkan suara saat prosesi tumbuk lesung dengan nada yang khas. Selain itu juga sebagai salah satu falsafah gotong royong dalam kehidupan masyarakat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya