Membaca majalah atau surat kabar pun faedahnya tetap sama, yakni sebagai jendela dunia. Bung Karno tidak sekadar kasih nasihat, kasih wejangan. Bung Karno pribadi yang teaching by example alias mengajarkan, menasihatkan lewat keteladanan.
Seperti saat Presiden Soekarno berpidato di hadapan para wartawan di Istana Bogor, 25 November 1965. Presiden Soekarno bukan bermaksud pamer, melainkan sebagai contoh bahwa dia punya buku serta literatur lain yang tak terhingga jumlahnya, hingga menyesaki kamar tidurnya.
Baca berita selengkapnya di sini.
(Tuty Ocktaviany)