SOLO - Sosok Ketua Umum DPP Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo ternyata tak asing bagi masyarakat lapisan bawah di Kota Solo, Jawa Tengah.
Bahkan, mereka cukup mengenal sosok orang nomor satu di partai bergambar rajawali biru ini begitu peduli dengan masyarakat bawah.
Seperti pengakuan Heri atau biasa disapa Heri Tatto, juru parkir kawasan hiburan rakyat Sriwedari yang terletak di jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah.
Menurut Heri, meski dirinya belum pernah bertemu langsung dengan Hary Tanoe, namun dirinya melihat, pria kelahiran Jawa Timur ini begitu peduli terhadap nasib masyarakat kecil, mulai dari Nelayan hingga PKL.
"Jelas banget saya mengenal sosok Hary Tanoe. Meski belum pernah bertemu, tapi Hary Tanoe terlihat begitu peduli dengan rakyat kecil. Buktinya, Hary Tanoe tak bosen-bosennya membantu para PKL. Ngasih gerobak gratis hingga pengobatan," terang Heri saat berbincang dengan Okezone, di kawasan Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Senin (3/7/2017).
Heri berharap bila berkunjung ke Solo, Hary Tanoe menyempatkan diri untuk berkunjung ke kawasan Sriwedari. Karena di kawasan Sriwedari ini banyak berkumpul semua lapisan masyarakat. Mulai dari seniman, pedagang, hingga masyarakat umum.
"Saya berharap kalau pak Hary Tanoe ke Solo lagi, pak Hary mau berkunjung ke Sriwedari. Karena di Sriwedari inilah potret kehidupan nyata kota Solo," terangnya.
Menyangkut kriminalisasi yang saat ini dialami Hary Tanoe, Heri Tatto mengaku tak habis pikir dengan sikap yang diambil oleh Jaksa Yulianto.
Meski dirinya tak paham sama sekali dengan hukum, namun dari pemberitaan yang dirinya baca, SMS yang dikirimkan Hary Tanoe itu tak ada kesalahan sama sekali.
"Itukan SMS biasa, kenapa dipermasalahkan. Bahkan saya sering banget dapet SMS seperti itu, tapi saya abaikan saja. Karena kalau saya menanggapi SMS itu, sama saja saya tak punya kerjaan," terangnya.
Sehingga, Heri beranggapan, apa yang dilakukan oleh Jaksa Yulianto ini hanya mencari popularitas saja. Karena kebetulan yang mengirimkan SMS salah satu tokoh yang punya media.
"Halah, kalau kami-kami yang di bawah ini pada bilang itu cuma mau cari popularitas saja. Mumpung yang dihadapi Pak Hary Tanoe. Biar cepat terkenal," pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)