Bobol Gudang Senjata Portugal, Pencuri Gondol Ratusan Granat dan Peledak

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 04 Juli 2017 07:00 WIB
Foto: Guardian
Share :

LISBON - Pihak berwenang di Portugal menyelidiki bagaimana sekelompok pencuri berhasil masuk ke gudang senjata nasional dan kabur dengan sejumlah besar senjata termasuk granat anti-tank, bahan peledak plastik dan lebih dari 1.400 butir amunisi. Pencurian yang terjadi di kompleks militer Tancos, 100km timur laut Lisbon itu, diketahui pada Rabu pekan lalu.

Menteri pertahanan Portugal, José Azeredo Lopes, mengatakan pencuri tersebut memotong pagar perimeter, dan dia menyebut aksi tersebut "sangat profesional" dan merupakan pelanggaran keamanan serius. Lopes mengatakan bahwa mitra Portugal di NATO dan Uni Eropa telah diinformasikan tentang insiden tersebut.

Situs berita Spanyol, El Español menerbitkan inventaris barang-barang yang dicuri yang didapat dari sumber kontra-terorisme Spanyol. Di antara barang-barang itu adalah 1.450 magasin 9mm, 18 granat gas air mata, 150 granat tangan, 44 granat anti-tank dan 264 unit bahan peledak plastik.

"Tidak ada keraguan bahwa barang-barang itu sekarang masuk ke pasar senjata ilegal dan nantinya bisa digunakan untuk berbagai tujuan, seperti terorisme,” kata saat Lopes ditanya mengenai kemungkinan senjata tersebut jatuh ke tangan teroris sebagaimana dikutip dari Guardian, Selasa (4/7/2017).

Pihak berwenang Portugal telah mengakui bahwa sistem pengawasan video telah rusak selama dua tahun. Disebutkan bahwa militer Portugal meningkatkan keamanan di gudang persenjataannya, membangun kembali pagar di sekeliling kompleks Tanco dan memasang perangkat CCTV baru.

Para penyelidik juga mencari tahu apakah pencuri menggunakan informasi orang dalam untuk mendapatkan informasi mengenai isi gudang senjata tersebut. Presiden Portugal, Marcelo Rebelo de Sousa, telah meminta penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap pencurian ini.

"Siapa pun yang mencuri senjata tahu apa yang ada di dalam gudang. Ketika mereka memilih dua gudang yang letaknya bukan yang terdekat dari pintu masuk, kesimpulan harus ditarik," kata Kepala Staf Militer Jenderal Frederico Rovisco Duarte

Lima komandan militer telah diskors setelah pencurian tersebut. Meski begitu Rovisco Duarte mengatakan bahwa tidak ada satupun dari mereka yang terlibat dalam kejahatan tersebut.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya