FUI Sumut Tegaskan Peneror Mapolda Sumut Bukan Kadernya

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis
Selasa 04 Juli 2017 18:32 WIB
Rumah SP, terduga pelaku teror di Mapolda Sumut (Foto: Ant)
Share :

MEDAN – Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Utara menegaskan jika terduga pelaku teror yang menyerang Markas Polda Sumatera Utara pada saat Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, Minggu 25 Juni 2017 bukanlah kader maupun anggotanya.

Hal itu ditegaskan Ketua Umum (Ketum) FUI Sumut, Idra Suheri kepada wartawan, di Medan, Selasa (4/7/2017).

Penegasan tersebut sekaligus menepis rumor yang mengaitkan salah seorang terduga pelaku berinisial SP dengan FUI.

"Terduga teroris berinisial SP bukanlah anggota atau kader FUI. Dia juga tidak pernah terlihat dalam setiap kegiatan Aksi Bela Islam atau kegiatan ormas-ormas Islam lainnya di Medan, Sumut. Isu tersebut tidak benar atau hoax," tegas Indra.

Indra menyebutkan, aksi pembunuhan atau teror yang dilakukan seseorang dengan mengatasnamakan Islam adalah tindakan yang dilarang, apalagi sampai menghilangkan nyawa orang lain.

"Kita tidak mungkin mendukung perbuatan seperti itu. Kita justru mengutuk keras tindakan teror atau pembunuhan yang mengatasnamakan Agama Islam seperti di Markas Polda Sumut dan di Masjid Falatehan, dekat lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Jumat (30 Juni 2017) malam, karena dalam ajaran Agama Islam tidak dibenarkan membunuh atau menghilangkan nyawa orang lain," ujarnya.

Pada prinsipnya, sambung Indra, FUI Sumut mendukung aparat kepolisian dalam pemberantasan aksi-aksi terorisme di seluruh Indonesia, tetapi tetap dengan prinsip hukum dan keadilan yang menghormati hak azasi manusia.

“Selagi dalam koridor hukum, kita akan dukung penuh pengungkapan kasus tersebut,” tandasnya.

Tak hanya FUI, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara melalui Ketuanya Afifuddin Lubis, juga sudah menyatakan sikapnya mengecam keras tindakan penyerangan di Mapolda Sumut yang mengakibatkan gugurnya seorang personel kepolisian.

Afifuddin menyatakan, sesuai keterangan pihak yang berwajib. Serangan tersebut dilakukan anggota ISIS, dengan demikian menunjukkan bahwa ISIS dan jaringannya sudah berada di daerah Sumut.

Ketua NU Sumut itu menambahkan, peristiwa itu telah menodai kesucian 1 Syawal yang merupakan Hari Raya Umat Islam karena serangan itu juga menggunakan label Islam.

Untuk itu, sambungnya, kepolisian harus menggulung habis jaringan teroris. FUI pun memastikan akan mendukung dengan tegas aksi kepolisian dalam menuntaskan masalah terorisme.

“Percayalah semua elemen masyarakat yang cinta kedamaian berada bersama Polri. Kita harus tentang semua upaya teror yang bertujuan untuk menimbulkan ketakutan di tengah tengah masyarakat," tukasnya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya