MEDAN – SP terduga teroris yang melakukan penyerangan terhadap Mapolda Sumatera Utara saat perayaan Idul Fitri 1438 Hijriah pada 25 Juni 2017 lalu, ternyata tengah menjalani pembinaan oleh polisi.
SP dibina karena sejak tahun 2013 lalu ia terindikasi menjadi simpatisan organisasi teroris Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Hal itu diketahui karena SP memasang bendera dan gambar bendera ISIS di dinding depan rumahnya.
“Bendera ISIS ini sudah ada di rumahnya sejak tahun 2013, dan keberadaan bendera ini sudah kita laporkan ke Polisi. Dia (SP) sebenarnya sedang dalam pembinaan oleh polisi,” kata Kepala Lingkungan XVIII, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Hary Isnaini, saat kegiatan penghapusan gambar bendera ISIS di rumah SP di Jalan Pelajar Timur, Gang Kecil, Kelurahan Binjai, Rabu (5/7/2017).
Status SP yang dalam pembinaan polisi dibenarkan oleh Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, yang ikut hadir dalam penghapusan gambar bendera ISIS itu. Menurut Nainggolan, SP sedang dalam pembinaan oleh Satuan Intel Polrestabes Medan.
“Iya dia sedang dalam pembinaan. Selama ini kami sudah tahu keberadaan gambar itu, tapi karena beliau tidak melakukan tindak kriminal, ya jadi cuma kita bina saja,” ucap dia.
Nainggolan juga menyebutkan, SP bukan satu-satunya orang yang tengah dibina dalam kasus terorisme. Namun ia tak bisa menyebutkan berapa banyak orang yang tengah dibina
“Itu (jumlah yang dibina) bukan untuk konsumsi publik,” ujarnya.
(Ranto Rajagukguk)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.