TAPANULI SELATAN - Pasca terjadinya teror di Mapolda Sumatera Utara yang menewaskan Ipda Martua Sigalingging, puluhan anggota Brimob Detacement C Sipirok ditugaskan untuk menjaga Mapolres Tapanuli Selatan (Tapsel), Jalan SM Raja, Padangsidimpuan.
Setiap kendaraan baik sepeda motor dan mobil yang akan masuk ke halaman Mapolres Tapsel harus melalui pemeriksaan seperti mesin metal detector. Bagasi mobil, tempat duduk dan bagian lain serta barang-barang diperiksa. Selain itu, para pejalan kaki yang berkunjung juga diperiksa, seperti kantong celana dan barang yang dibawa oleh para pengunjung.
"Pasca terjadinya teror, kami dapat bantuan personil Brimob," ujar Kasat Reskrim Polres Tapsel, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Cahyandi, Kamis (06/07) di ruangan kerjanya.
Dia mengatakan, personel yang berjaga dibagi tiga regu dalam jangka 12 jam setiap hari. Selain mendapatkan tambahan armada, sejumlah personel dari Polres Tapsel juga ikut ditugaskan untuk membantu Brimob."Personel dari Polres Tapsel juga ikut diperbantukan," ujarnya.
Seluruh pintu masuk yang selama ini terbuka saat ini sudah ditutup, seperti pintu belakang dan samping Polres Tapsel. Tindakan penjagaan ketat itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya kejadian-kejadian yang negatif, sehingga peristiwa teror yang terjadi di sejumlah daerah dapat diantisipasi Mapolrea Tapsel.