DPR Nilai Ada Pemikiran Lain di Balik Niat Kapolri Tito Karnavian Pensiun Dini

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Selasa 11 Juli 2017 13:42 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Foto: Heru Haryono/Okezone)
Share :

"Tidak, saya tahu orangnya hebat. Mau 1.000 tekanan sama dia, dia bisa atasi. Dia hebat, karena low profile ada strategi hebat dia susun. Itu lho," ujar dia.

Sebagaimana diketahui, Kapolri Jendral Tito Karnavian mengisyaratkan ingin pensiun dini sebagai orang nomor 1 di Korps Bhayangkara. Meski masih memiliki waktu lima tahun lagi untuk pensiun, Tito memilih tak ingin menjadi Kapolri terlama.

"Saya sampaikan. Kalau saya boleh pilih, saya tidak ingin selesai sampai 2022. Kenapa? Terlalu lama, tidak baik bagi organisasi, tidak baik bagi saya sendiri. Bayangin, saya jadi Kapolri enam tahun, anggota dan organisasi akan bosan," katanya di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, saat upacara HUT ke-71 Polri, Senin 10 Juli 2017.‎

Polri‎, sambung Tito, merupakan organisasi yang butuh penyegaran. Oleh karena itu, Polri memerlukan regenerasi dalam waktu yang tepat. Apalagi, jabatan Kapolri memiliki tekanan yang berat hingga memicu tingkat stres tinggi atau stressfull.‎

"Saya katakan, jadi Kapolri itu penuh dengan kehidupan stressfull dan banyak persoalan. Karena itu, saya juga punya hak menikmati hidup bersama keluarga dalam kehidupan less stressfull," ungkapnya.

(Hantoro)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya