RDP dengan Komisi III, Kapolri Dicecar soal Rencana Pensiun Dini

Bayu Septianto, Jurnalis
Senin 17 Juli 2017 14:29 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III DPR RI dengan Polri digelar hari ini. Berbagai masalah menjadi sorotan Komisi III DPR RI, salah satunya adalah isu pensiun dini yang sempat terlontar dari mulut Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Beredar bahwa Muhammad Tito Karnavian berencana pensiun dini. Ini membuat kami juga sangat terkaget-kaget, kami mohon penjelasannya pak terkait dengan isu. Ini apa beneran apa hoax isu ini," tanya Anggota Komisi III DPR, Adies Kadir kepada Tito saat rapat di ruang rapat Komisi III, Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2017).

Mendapatkan pertanyaan soal itu, Tito menjelaskan kemungkinan ada salah tangkap dari pernyataannya itu. Menurut Tito, jelang hari Bhayangkara beberapa media massa mengajukan wawancara kepadanya. Namun, Tito mengaku hanya menerima dua media saja, yakni Harian Kompas dan TV One, dan hanya mau diwawancara pemimpin redaksinya.

"Saya ingin di-interview pemred-nya, karena kalau dorrstop cara tangkapnya beda tidak sama. Sehingga wawancara ada dua, satu Budiman Tanuredjo (Kompas) dan Karni Ilyas (TV One) hari berikutnya," tuturnya.

Berbagai pertanyaan diajukan Budiman saat itu, sampai pada akhirnya mengajukan pertanyaan soal jabatannya sebagai Kapolri apakah akan bertahan hingga 2022.

"Saat itu saya langsung jawab secara jujur, saya sampaikan bahwa hati kecil tidak ingin sampai 2022, tidak sehat untuk organisasi, organisasi membutuhkan penyegaran-penyegaran pimpinan baru, saya terlalu lama, kreativitas saya bisa menurun," papar Tito.

"Saya memberi kesempatan yang lain untuk jadi kapolri. Saya sampaikan menjadi Kapolri pekerjaan terstres. Karena Polri terbesar di dunia setelah China," imbuhnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya