AIR Terjun Niagara merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Terletak di perbatasan internasional antara Kanada dan Amerika Serikat, Niagara sejatinya merupakan nama gabungan untuk tiga air terjun yang mengubah Danau Erie menjadi Danau Ontario. Tiga air terjun yang dimaksud ialah Air Terjun Horseshoe (atau Air Terjun Kanada), Air Terjun Amerika, dan Air Terjun Bridal Veil.
Meskipun sebenarnya ada air terjun yang lebih besar dan tinggi dibandingkan Niagara, tetapi tidak ada yang setenar air terjum tersebut di dunia. Dengan arus yang deras dan mengucurkan air lebih dari 6 juta kubik per menit, oleh karena itu Niagara juga merupakan air terjun terkuat di Amerika Utara.
Air Terjun Niagara. (Foto: Niagara Falls)
Belum lagi, tempatnya begitu menakjubkan untuk dijadikan latar belakang foto. Pemandangan favorit diambil ketika tujuh warna hasil pembiasan cahaya (pelangi) melengkung di tengah derasnya air terjun tersebut.
Namun begitu, tidak semua wisatawan yang datang ke sana puas hanya dengan memandangnya. Beberapa orang tercatat kepincut menguji adrenalin di curahan air terjun tersebut. Sebut saja di antaranya, Sam Patch pada 1829 yang memamerkan aksi lompat dari puncak air terjun dan keluar hidup-hidup.
Sensasi itu diikuti oleh seorang guru sekolah asal Auburn, New York, berusia 63 tahun, Annie Edson Taylor pada 1901. Dia berhasil menjadi orang pertama di dunia yang selamat terjun dari Niagara dengan berguling di dalam sebuah tong besar.
Taylor sukses melakukan aksi berbahaya itu meski terluka parah. Dia mengaku senang bisa mewujudkan ide gilanya, tetapi menyarankan agar ‘Tidak ada yang harus melakukan hal ini lagi.’ Demikian seperti disitat dari The Vintage News, Kamis (20/7/2017).
Banyak orang berusaha memecahkan rekor kedua orang tadi. Namun selama beberapa dekade, tak ada yang berhasil terjun ke sana dan keluar dalam keadaan masih bernapas. Diperkirakan 5.000 orang meninggal karena jatuh atau menjatuhkan diri ke Air Terjun Niagara. Jumlah itu termasuk korban bunuh diri.
Salah seorang yang cukup gila atau barangkali bodoh untuk terjun di Niagara adalah Bobby Leach. Pria paruh baya itu kemudian menjadi terkenal setelah keluar hidup-hidup dari aksinya berguling di dalam tong yang diterjunkan ke Niagara.
Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 25 Juli 1911. Leach berhasil meraih prestasi yang sama dengan pendahulunya. Meskipun, akibat aksinya tersebut dia harus dirawat inap selama enam bulan di rumah sakit. Hingga menghabiskan sepanjang musim gugur, hidup dengan penyangga lutut dan rahang yang patah.
Pria kelahiran Cornwall 1858 itu berani melakukannya karena dia bekerja sebagai seorang stuntman. Dia berpengalaman tampil di Barnum&Bailey Circus selama bertahun-tahun sebelum akhirnya melakukan perjalanan maut ke Niagara.
Setelah keberhasilan pertamanya, Leach sempat mencobanya beberapa kali. Tetapi tubuhnya tidak sekuat dulu. Dia nyaris meregang nyawa dalam percobaan terakhirnya namun akhirnya selamat karena ditolong oleh seorang anggota regu penyelamat, William Red Hill Senior.
Pada 1926, sekira 15 tahun setelah aksi gilanya di Niagara, Bobby Leach terpeleset kulit jeruk saat tur publisitas di Selandia Baru. Waktu itu, dia sedang berjalan di trotoar dekat apartemennya di Princess Street.
Kaki Leach patah. Sebelum melakukan aksi ekstrem tersebut memang pernah terluka parah. Diduga, selain faktor usia, cedera lamanya juga membuat tubuhnya kesulitan memperbaiki diri. Komplikasi pun tak terhindarkan, kakinya membusuk dan terpaksa diamputasi.
Sejak kehilangan kakinya, kesehatan Leach berangsur-angsur memburuk. Dia meninggal dunia tak lama setelah itu.
Dewasa ini, Amerika Serikat dan Kanada melarang semua orang untuk pergi ke dekat Air Terjun Niagara. Pesona air terjun tersebut memang sudah sering memakan korban.